Menjadi Lebih Pintar dengan HP Kesayangan ? Bisa !
“Masuklah ke dalam dunia mereka niscaya…” begitu Gardener menyarankan para pendidik dalam menyampaikan pelajaran. Dan, saya telah membuktikan hal itu! Sebenarnya semua berawal dari ketidaksengajaan. Saat saya akan masuk kelas untuk memberi pelajaran tambahan, saya sudah menyiapkan materi yang akan saya berikan. Tapi, printer dan kertas yang seharusnya menyukseskan rencana kegiatan pembelajaran saya hari itu tidak mendukung. Kertas habis, printer ngadat dan cuaca kurang mendukung. Hujan sejak pagi sampai sore tak kunjung reda, sehingga rencana saya untuk mencetak materi belajar gagal. Hmm..
Tapi tugas mengajar harus tetap terlaksana. Sambil berjalan menuju ruang kelas, saya putar otak, sebab saya belum menyiapkan materi lain jika rencana pertama ini gagal. Ya Allah tolonglah saya. Amin..
Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh.. saya memulai pelajaran sore itu. Laptop saya nyalakan, kabel LCD saya sambungkan, materi saya tampilkan, meski otak saya masih berputar apa yang akan saya lakukan setelah ini. Anak-anak pun sudah mulai memperhatikan LCD, dan.. thuiing! Alhamdulillah mata saya melihat beberapa siswa merapikan HP-nya untuk disimpan (sekolah saya tidak mengijinkan siswa membawa HP selama jam sekolah). Akhirnya, dengan penuh semangat dan rasa percaya diri yang tinggi bahwa rencana mengajar saya sore itu akan suskses, saya mulai menjelaskan kegiatan belajar apa yang akan dilakukan anak-anak. Saya sampaikan bahwa belajar hari itu saya ijinkan untuk menggunakan HP. Horee.. ungkapan kegembiraan anak-anak terdengar kompak, ekspresi bahagia terlihat nyata diraut wajah mereka. Maklum, HP bagi mereka adalah sahabat terbaik!
Saya semakin yakin bahwa anak-anak akan belajar dengan asyik karena mereka bisa bermain dengan HPnya. Saya sudah merebut hati dan perhatian mereka! Lalu saya mulai membagi kelompok dan tugas yang harus mereka kerjakan. Tidak lupa saya jelaskan batasan penggunaan HP hanya untuk menyelesaikan tugas, tidak untuk yang lain. Ternyata mereka tidak peduli dengan batasan itu, yang penting mereka bisa melihat memegang dan mengoperasikan HPnya, mereka sangat setuju dengan batasan yang saya sampaikan. Bahkan antusias untuk segera menyelesaikan tugas sangat besar. Materi yang terpampang di LCD mereka photo dengan kamera HPnya, kosa kata yang sulit mereka cari di google translate di HPnya yang canggih. Kesibukan mulai terlihat, suara tertawa gembira memompa semangat untuk menjadi pengumpul hasil kerja tercepat, diskusi dan perdebatan dengan anggota kelompok terdengar fokus pada masalah yang mereka hadapi. Dan, bahasa arab (saya guru bahasa arab) yang biasanya membosankan bagi beberapa anak, hari itu sama sekali tidak berlaku. Semua gembira, semua belajar, semua sukses, semua berkesan dan mereka menantang saya untuk menambah soal-soal lain untuk pertemuan selanjutnya.
Dari pengalaman ini, saya ingin berbagi kepada para pendidik yang membaca tulisan saya ini, bahwa sesungguhnya kesuksesan belajar siswa bisa dimulai dari kesenangan siswa. Mari kita kurangi su’udzan terhadap dampak negatif kemajuan teknologi bagi anak. Mari kita eksplor sisi positifnya. Bagaimanapun juga kita harus mengikuti perkembangan teknologi, kita harus ikuti perkembangan zaman. Bukankah Rasulullah telah mengamanatkan pada kita untuk mendidik generasi bangsa ini sesuai dengan zamannya? Ayo kita tunjukkan hal-hal positif HP (baca : salah satu produk kemajuan teknologi) yang sudah menjadi sahabat terbaik siswa-siswi kita, karena sesungguhnya teknologi dikembangkan untuk mempermudah pemenuhan kebutuhan manusia. Sesekali mengijinkan belajar dengan HP adalah bonus yang menyenangkan bagi siswa. Tentu saja, pengawasan dan aturan sekoalah harus tetap diterapkan dengan tegas. Dan, jauh lebih penting dari itu semua adalah wajib bagi kita untuk membangun akhlaqnya dan membentengi mereka dengan ilmu dan ketaqwaan.
Saya yakin, jika kita sebagai pendidik bisa bijaksana menyikapi tingkah laku siswa-siswi kita, maka tidak mustahil apa yang kita harapkan dari anak didik kita akan terwujud nyata suatu saat kelak. Amiin..
Mari bersama kita jadikan madrasah/sekolah tempat kita mendidik anak bangsa ini sebagai taman yang menyenangkan, yang selalu dirindukan untuk didatangi dan sayang untuk ditinggalkan. Bapak Pendidikan Indonesia, Ki Hajar Dewantoro berpesan “Ing Ngarso Sung Tuladha Ing Madya Mangun Karsa Tut Wuri Handayani”

Komentar
Posting Komentar